Mengelola keuangan ditengah pandemi

JAKARTA - Taqy Malik resmi melepas status dudanya usai menikah dengan Serrel Nabilla pada 18 Oktober 2020. Pernikahan tersebut digelar di sebuah resor mewah di kawasan Batam, Kepulauan Riau.

TemanBaik, sudah sebulan pandemi global COVID-19 menerpa Indonesia. Dampak pandemi COVID-19 yang kini terjadi semakin terasa di setiap aspek kehidupan, salah satunya ekonomi. Banyak bisnis yang kesulitan bahkan terancam bangkrut karena pandemi ini. Para karyawan juga terkena imbas, tidak sedikit yang terpaksa dirumahkan tanpa dibayar (unpaid leave), ada yang gajinya dipotong, bahkan ada juga yang harus lay off karena kondisi perusahaan memang sudah separah itu. Hal tersebut tentunya berakibat pada terhambatnya pemasukan yang menyebabkan kondisi keuangan menjadi bermasalah.

Situasi sekarang ini memang penuh ketidakpastian, sehingga TemanBaik perlu memprioritaskan pengaturan keuangan. Lalu, bagaimana sih caranya memprioritaskan keuangan di tengah situasi pandemi seperti saat ini? Yuk kita simak tips-nya!

Hemat, Stop Belanja yang Tidak Perlu
Karena kondisi keuangan yang saat ini sedang tidak stabil, TemanBaik harus bisa berhemat dengan membedakan antara kebutuhan atau sekadar keinginan.

Pastikan TemanBaik sudah tahu nominal dan alokasi dana yang harus dikeluarkan dalam jangka waktu sebulan ini. Setelah itu, TemanBaik bisa menimbang kembali, adakah pos pengeluaran yang bisa dikurangi atau dihindari? Kalau pengeluarannya memang wajib, tidak harus diberhentikan total kok, dikurangi saja sudah cukup.

Membeli bahan makanan pokok dan produk self-hygiene saat ini diperlukan untuk menghadapi pandemi. Tapi membeli tas baru, belum terlalu butuh untuk saat ini, kan? Tahan dulu pembeliannya sampai situasi membaik, ya!

Ingat, dalam kondisi krisis seperti sekarang TemanBaik harus bisa mengatur keuangan dengan bijak. Simpan baik-baik uang yang dimiliki agar kamu punya pegangan kalau skenario terburuk terjadi. Termasuk hindari utang konsumtif yang akan menjadikan kondisi keuanganmu semakin sulit.

Atur Kembali Anggaran Keuangan
Masih berhubungan dengan poin 1 di atas, TemanBaik perlu meninjau kembali alokasi anggaran lalu melakukan penyesuaian. Untuk memudahkannya, kamu bisa menggunakan pola “tambahkan, kurangi, hilangkan, dan adakan”.

Sebagai contoh, dikarenakan aktivitas work from home, alokasi anggaran transportasi bisa kamu kurangi untuk direalokasikan (adakan) pada biaya kesehatan, seperti membeli multivitamin sebagai upaya pencegahan infeksi virus. Contoh lainnya, karena kebijakan physical distancing, alokasi anggaran untuk rekreasi & hiburan bisa TemanBaik hilangkan untuk direalokasikan (menambah) pada anggaran kebutuhan pokok.

Perbanyak Menabung
Kalau prinsip menabungmu biasanya “Tabungin uang yang tersisa setiap bulannya”, maka dalam kondisi ini, TemanBaik harus mengubah mindset-nya menjadi, “Tabung dulu uangnya, baru sisanya dipakai untuk biaya hidup”.

Di kondisi sekarang, bukan berarti TemanBaik harus stop melakukan investasi. Bahkan sebaliknya, sebisa mungkin usahakan untuk perbanyak menabung dengan cara menyisihkan penghasilan secara ekstra. TemanBaik bisa menggunakan pola 70/30/0 di saat ini, di mana 70% penghasilan digunakan untuk kebutuhan pokok dan kesehatan, lalu 30% dialokasikan untuk menabung dana darurat dan investasi, dan 0% untuk alokasi gaya hidup.

Cari Tambahan Penghasilan
Pekerjaan seseorang belum tentu tetap aman dalam kondisi sekarang, terlebih bagi para freelancer atau wirausahawan. Ya, bisnis yang berhubungan dengan penyelenggaraan acara (event organizer) hingga tourism seperti biro perjalanan dan hotel memang yang paling terdampak akibat pandemi ini.

Salah satu solusi agar kondisi keuangan TemanBaik stabil, khususnya bagi yang tidak memiliki peghasilan tetap adalah dengan mencari uang tambahan. Apalagi kalau selama ini kamu belum mengatur keuangan dengan baik dan belum menyiapkan dana darurat.

Kalau kamu punya keahlian yang dibutuhkan orang banyak, tidak akan sulit untuk mencari pekerjaan sampingan yang menghasilkan. Optimalkan pula penggunaan media sosial untuk mempromosikan keahlianmu dan berjejaring dengan banyak orang.

Manfaatkan Promo
Di masa seperti ini, bukan hal yang salah jika TemanBaik rajin mencari promo. Potongan harganya mungkin memang tidak seberapa, tapi jika dikumpulkan dan dipakai di satu waktu, efeknya lumayan terasa loh.

Selain potongan harga, promo cashback juga bisa membantumu kamu menghemat anggaran. Coba cek aplikasi yang biasa TemanBaik pakai untuk belanja online, kalau ternyata ada promo menarik, itu bisa kamu manfaatkan untuk menghemat pengeluaran. Tapi ingat ya, meskipun banyak promo bukan berarti TemanBaik bisa belanja seenaknya, ingat poin pertama: stop belanja yang tidak perlu!

Pentingnya Memiliki Dana Darurat
Kondisi saat ini mengajarkan kita satu hal, yakni pentingnya memiliki dana darurat. Seperti diketahui, tidak sedikit karyawan yang mengalami unpaid leave hingga lay off, yang berdampak pada hilangnya pemasukan. Oleh sebab itu, dalam perencanaan keuangan penting untuk memiliki dana darurat yang bisa digunakan disaat kondisi terdesak, khususnya di kondisi yang penuh ketidakpastian seperti sekarang ini.

Nilai dana darurat yang dimiliki idealnya minimal 3x pengeluaran bulanan bagi yang masih lajang, 6x pengeluaran bulanan bagi yang sudah menikah, dan 12x pengeluaran bulanan bagi yang sudah memiliki tanggungan (anak). Jika TemanBaik saat ini masih lajang dan memiliki pengeluaran bulanan sebesar 5 juta misalnya, artinya dana darurat yang perlu TemanBaik miliki nilainya minimal 15 juta.

Bagaimana jika belum memiliki dana darurat? Mau tidak mau, TemanBaik harus mempersiapkannya dengan cara menyisihkan penghasilan atau memindahkan alokasi anggaran yang dinilai tidak perlu untuk mengisi saldo dana darurat.